Minggu, 20 Oktober 2013

Kamu{}

Aku tidak tau , mengapa setiap sudut yang kulewati hanya mengingatkan semua nya yang sesaat namun begitu berarti ƪ(”‾з‾)ʃ. Hingga aku terkadang merapuh , semua ini sama seperti saat dulu sebelum aku menemukanmu. Rutinitas yang membuatku benar-benar bosan untuk melanjutkan semua lelakon ini ? Jika aku boleh meminta sutradaraku untuk menghentikan semua ini , aku ingin berhenti disini. Hentikan semua lamunan , impianku yang dulu pernah ku rajut dengannya. Biarkan aku berdiri disini meskipun tanpa-nya , mungkin ini lebih baik daripada aku harus masuk dan terlempar jauh lagi. Aku tak mau hidup hanya dalam sebuah bayangan , dimana bayangan itu semu. Hingga aku seperti dibutakan bayangan masa lalu , aku takut bila suatu saat nanti aku tak mampu merasakan kebahagiaan seperti ini lagi. Iya seperti saat denganmu , namun aku ingin jika nanti aku menemukan sosok yang lebih baik dari-Nya , Tuhan jangan ambil dia lagi. Biarkan dia damai disisiku (˘⌣˘)ε˘`) Ketika aku harus bangun sendiri dari jatuhku , aku selalu mengingat seseorang terpenting yang mengharapkanku bahagia dan dari mereka aku belajar tegar untuk menghadapi setiap rencana yang belum ditakdirkan Tuhan untukku. Dan aku harus belajar banyak bersyukur karena mereka membuatku berarti lebih dari siapapun. Semisal Ayah , yang selalu membanting tulang untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk Ibu dan anak-anaknya. Aku ingin mempunyai suami seperti ayahku , yang taat kepada agama , yang ga neko-neko , sederhana tapi bisa menciptakan kebahagiaan diantara sulitnya hidup. Apalagi Ibu , pendamping setianya ayah. Yang ga pernah berhenti dekengin ayah sama aku dari belakang , yang ga pernah lupa memeluk erat lewat alunan do'a yang ia lantunkan setiap sujudnya. Tuhan , mereka itu salah satu kebahagiaan yang ku punyai selain dia (ʃƪ˘˘ﻬ) Aku selalu mengulas cerita tentang kita , yang mungkin singkat tidak bertumpuk menjadi beberapa episode namun tiap detiknya mengandung makna. Aku merindukan genggaman erat tanganmu. Aku merindukan beberapa kekonyolan diantara kita. Aku merindukan senyuman mu. Aku merindukan bisikan rindumu . Aku benar-benar merindukan kamu dewasaku. Aku seperti orang kebingungan seperti usai di hypnotis paranormal. Aku ketakutan dan bodonya aku ? Aku melepaskanmu tanpa titik kata yang membuatmu esok kembali lagi. Rintihan kekecewaan , cemooh karma yang terbesit ditelinga tak mampu terlepas. Sekarang ini . Tak banyak yang ku pinta , jika memang ini bukan akhir dari segalanya tentang kita , Tuhan akan mempertemukan kita kembali. Terkadang aku menyesali setiap pertemuan, karena disitu juga banyak peluang untuk menciptakan perpisahan. Memang hidup terlalu singkat untuk memikirkan mereka yang datang-pergi seenak hati. Tapi kenangan ? Apakah bisa dihapus lalu hilang tak berbekas dan mampu digantikan kebahagiaan selanjutnya ? Tidak kan. Setiap kenangan itu mempunyai nilai harga mutlak. Kalian tidak bisa cepat melupakan , hanya saja kalian perlu tau.. Simpanlah kenangan itu dihatimu yang paling dalam , tempatkan setiap kenangan manismu itu ditempat yang paling istimewa , yang mungkin tak mampu tergeser oleh banyaknya kenangan yang kau dapati setelah itu. Dan kamu , adalah salah satu kenangan yang mungkin tidak bisa aku deskripsikan lebih panjang lagi. Untukmu , kesayanganku 26 {}

Minggu, 13 Oktober 2013

Sesuatu tanpa pengharapan (‾‾‾.‾‾‾“) Cinta itu butuh pengorbanan yang masuk akal. Cinta itu bukan ucapan melainkan perbuatan. Cinta itu rasa bukan logika. Harusnya cinta itu bukan hanya kamu yang merasa. Harusnya cinta itu datang saat kita sama-sama tahu bahwa hati kita berada ditempat yang sama. Tapi kenapa harus kamu ? Yang tiba-tiba datang dan masuk dan membuatku jatuh cinta hingga aku merasakan luka. Entahlah , aku seperti diposisikan diujung tebing yang tajam mungkin tak berujung , dimana aku harus memilih untuk jatuh atau kembali untuk melupakan. Dan kau tahu , aku seperti mencari sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Mencari celah sempit hatimu , hingga terkadang aku tak peduli dengan sekat-sekat yang menghalangi kita. Aku benar-benar merindukan kata rindumu. Aku berusaha membuat keadaan seperti semula , saat kau masih menganggapku lebih dari teman. Mungkin masih ada jutaan bahkan milyaran kebahagiaan diluar sana tapi bukankah kau dulu mencintaiku ? Bahkan kau takut akan kehilangan-Ku. Jika kau tahu , aku mempunya rasa takut yang lebih besar dibanding kamu. Memang aku tak bisa mendefinisikan semua perasaanku terhadapmu , tapi apakah tak kau rasakan ? Detakan jantung yang berpacu lebih cepat dari yang biasanya itu selalu ku rasakan ketika aku bersamamu. Senyuman bahagia , hingga aku merasakan tingkat kenyamanan yang lebih ketika kau merangkulku dengan halus. Saat itu juga , aku merasa orang yang paling bahagia , di sela waktu sempit kau masih saja menyempatkan waktu untuk memperhatikanku. Aku benar-benar bodoh atas hal menyia-nyiakanmu. Kini semua bukan menjadi jalan hidup namun sesuatu tanpa pengharapan. Aku terlalu memikirkan ego-ku, tanpa memperhatikan sosokmu yang rela bertahan untukku. Betapapun hati ini terlalu berat untuk memikul kerinduan. Apalah daya ku , jika kini aku tak tahu apakah disana kau merasakan hal yang sama ? Apa kau berniat untuk mencari sosok yang lebih sempurna dibandingkan-Ku atau kau masih menungguku dengan sejuta kepalsuan yang membuatmu jenuh. Hanya ini yang mampu mengobati rasa rinduku , sungguh aku tak merasakan lelah atau kantuk , hingga seketika aku meraskan hadirmu lewat tulisan ini. Semua itu baru ku rasakan ketika kamu jauh dari genggamanku. Haruskah ku mengikuti jejakmu sekarang ? Meninggalkan semua cinta , meninggalkan semua kenangan.Demi sebuah kata yang sering kau sebut "kepastian hidup" .Aku tidak pernah akan menyesali pertemuan , namun aku benci dengan perpisahan. Mengapa waktu diciptakan ? Mengapa waktu cepat berlalu , hingga kau menghilang jauh dariku. Aku selalu berterima kasih padamu karena kau mengajar kan sesuatu yang indah dan kau adalah sesuatu yang berharga bagiku , hingga aku enggan untuk melupakanmu. Dan aku kan selalu mengartikan ini sebagai sesuatu yang indah. Meskipun bukan berakhir dengan kita , namun aku dan kamu. Mungkin ini memuakan bagimu , ini hanya sekedar coretan untuk melegakan ku. Maaf -- "Mungkin memang ku cinta , mungkin memang ku sesali pernah tak hiraukan rasamu dulu , aku hanya ingkari kata hatiku saja , tapi mengapa kini.. Cinta datang terlambat" Maudy Ayunda-CintaDatangTerlambar. ``I miss you more than words can say`` Untuk seseorang yang walau ku merindukannya namun dia tak mungkin kembali ƪ(”‾з‾)ʃ Adek Manis 26 ({})