Rabu, 13 November 2013
Aku yang sebenarnya (´▽`ʃƪ) (ʃƪ´▽`)"
Mencintai tapi pura-pura tak mencintai
Memperhatikan tapi pura-pura tak memperhatikan
Menyayangi tapi pura-pura tak menyayangi
Merindukan tapi pura-pura tak merindukan.
Itulah keadaanku yang sebenarnya sayang. Banyak yang tak kau mengerti dari sekian banyak yang kau mengerti tentangku. Sebenarnya aku sama seperti wanita diluar sana. Yang sering mellow dengan berbagi cara. Yang sering menangis karena tak mampu menghadapi kerapuhan nya. Namun aku ? Aku tak terlalu memperlihatkan kerapuhanku pada dunia. Aku tak kan membiarkan mereka tahu disaat aku rapuh seperti ini. Aku tidak bisa. Aku takut untuk sedih berkepanjangan. Aku tak mau jika suatu saat nanti kamu tahu beberapa hal yang ku sedihkan akhir-akhir ini adalah perpisan kita.
Aku tak bisa bebas dalam merindukanmu. Kamu belum benar-benar kumiliki ? Tapi kamu sudah berani membawa separuh hatiku. Aku hanya tak suka atas pemaksaan perasaan. Jika seringkali kau memaksaku jujur atas perasaanku. Aku hanya bisa menjawab bahwa ''Aku tak mampu kehilanganmu. Aku menyayangimu.'' Pahami dan hargai aku sebagai wanita. Bagiku itu sudah mendeskripsikan semua perasaanku. Namun kenapa semua itu tidak cukup kau mengerti ? Sebenarnya apalagi yang kau cari dari ku. Bisakah kau bayangkan rasa nya jadi aku ? Aku perempuan , yang tak bisa menjelaskan runtut dan memaksa menuntut balik atas perasaanku. Memangnya aku anak TK yang terlalu jujur dan polos. Bukan , aku bukan tipicle cewek yang gampang terjebak dalam suatu pertanyaan retorik. Selalu ada bahasa isyarat yang tak kau mengerti dan tak mau kau coba fahami. Hingga terkadang aku lelah menjelaskan perasaanku ini. Bukankah kau lebih tua dariku , bisa kah kamu bersifat lebih dewasa dan gampang mengerti sibakan makna dibalik bahasa isyarat. Agar kau tau alasan yang sebenarnya ? Hingga kau tak menyalahkan aku lagi ketika aku tak bisa menjawab pertanyaan yang ku anggap leluconmu ini. Sudahlah , jangan terlalu memaksakan apa yang memang kau tak mengerti ? Kamu memang sering mengkhawatirkan-ku , hingga terkadang aku salah pengertian. Bang , lebih baik jangan mengada-ada sesuatu yang memang sebenarnya tidak ada. Semua perasaanku itu urusanku.
Minggu, 03 November 2013
"Aku bertahan karena aku sayang , aku berjuang karena aku percaya kamu akan berubah. Aku belum mau menyerah untuk kamu."
Untukmu , yang seringkali membuatku rapuh.
Aku sudah mencari beberapa info tentangmu. Anak sosio semester 3 yang akhir-akhir ini menjadi rintihan kegalauanku. Ada sibakan tangis dibalik bahagiaku hari ini. Yang menjadikanku benar-benar terkejut saat itu , aku seperti ingin menutup telingaku dan berharap kabar itu hanya palsu. Aku benar benar ingin bertemu denganmu. Membuktikan segalanya itu apakah ada di diri kamu ? Detik itu juga wajahmu mampir diotakku berputar-putar seolah kau tak ingin lepas dari pikiranku. Aku butuh seseorang yang mau mendengar semua yang memberatkanku disini. Aku menyesal membiarkanmu berlalu begitu saja , dan membiarkan status kita yang sempat spesial menjadi teman. Aku benci keegoisanmu tapi entah mengapa saat ini aku sangat merindukanmu. Tapi aku canggung , untuk mengatakan semua kepadamu. Aku takut untuk merindukan seseorang yang bukan siapa-siapaku. Memang perasaan itu sulit ditebak , aku hanya risih ketika dititik akhir pembahasan seringkali kau tanyakan sesuatu yang belum mampu ku jawab. Apa yang kutahu tentang perasaan sayang ? Aku tak mengerti banyak hal tentang cinta. Aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat lagi , agar kau dan aku tak sama-sama kecewa atas pilihan ini. Aku mencoba menjamahi perasaanku yang ada saat ini. Aku tak menemukan sedikitpun rasa cinta ? Namun aku menyimpan perasaan yang kuat. yang membuatku takut untuk kehilanganmu , hingga aku tak pernah berfikir kau akan jauh dari genggamanku seperti saat sekarang ini. Aku tak mampu menghadapi gemerlapnya dunia ini sendiri tanpamu lagi. Aku takut ketika aku tak mampu melangkah lagi , kau tak bisa membantuku berjalan lagi.
Dan sekarang ga ada lagi kita .yang ada cuma kamu dan aku. Gak ada kita. Sayang sebenarnya aku rapuh , tapi aku dituntut harus pura-pura kuat di depan kamu. Aku tidak bisa seperti itu , tak selamanya rasa sakit itu harus ditunjukkan dengan air mata. Aku hanya sosok wanita tukang galau yang melarikan semua perasaannya ke dalam tulisan ? Tak lebih dari itu. Kamu terlalu tinggi untukku , kamu terlalu sempurna untuk sosok sederhana sepertiku. Ini memang sulit dipahami , aku pergi bukan berarti aku tak mencintaimu. Ada sesuatu hal yang tak bisa ku jelaskan lewat tulisan ini. Maaf untuk kepergian tanpa alasan ini.
Aku tidak mau kamu melupakan ku begitu saja. Ingatlah sepanjang jalan uny yang menjadi saksi bisu pertama kali kita bertemu. Dengan seragam yang lusuh , jaket biru yang sampai saat ini ku simpan. Gambaran wajahmu kini masih terkenang jelas. Kamu yang membuatku berarti lebih dari siapapun.
Sayang , aku harus pergi. Aku tidak bisa disini terlalu lama , tinggal di hati seseorang yang saat ini mencari penggantiku. Karena ku rasa jika aku terlalu lama disini , aku hanya akan memberatkan langkahmu. Kamu harus menyelesaikan kuliahmu dan mengejar semua yang kau impikan saat ini. Aku akan berusaha menjadi seseorang yang sangat kau benci , berusaha kau bunuh dalam hati. Dan aku kan berusaha untuk membencimu , meskipun berat. Semoga apapun yang ku katakan secara jujur disini , tidak akan membuatmu kecewa :')
Dari adek manismu
Si tukang galau :')
Langganan:
Komentar (Atom)